Dasar-Dasar White Balance untuk Menghasilkan Nada Warna Dambaan!

Foto yang bagus termasuk sejumlah elemen yang dilakukan bersama dengan benar, seperti subjek dan komposisi, bersama dengan nada warna, yang juga merupakan elemen penting. Kesan selembar foto bisa sangat beralih cuma bersama dengan mengganti nada warna. Dalam artikel ini, aku akan memperkenalkan pengaturan White Balance (WB), yang digunakan untuk membuat perubahan nada warna gambar.

Mengubah White Balance secara manual
Ketika pertama kali gunakan kamera DSLR atau kamera tanpa cermin, kemungkinan Anda kewalahan oleh banyaknya pengaturan dan tidak paham harus mulai berasal dari mana. Meskipun lebih baik gunakan beragam fitur otomatis saat Anda akan meminimalkan jumlah pengaturan untuk dikonfigurasi, namun sebaiknya Anda mencoba menyesuaikan sendiri White Balance (WB) bilamana memungkinkan. Hanya bersama dengan membuat perubahan warna, tampilan dan pengaruh visual elemen, seperti subjek dan komposisi sangat tidak sama untuk foto yang sama! teknopax.com

Pengaturan 3+2 White Balance yang harus Anda kuasai lebih-lebih dulu
White Balance adalah kegunaan yang biasanya digunakan untuk melakukan perbaikan nada warna gambar untuk mencerminkan warna asli subjek, tanpa mengindahkan cahaya sekitar. Namun demikian, aku akan memperkenalkan White Balance sebagai kegunaan untuk menetapkan nada warna yang sesuai bersama dengan preferensi Anda dalam foto.

Apabila Anda membuat perubahan White Balance, kemungkinan foto akan kelihatan kemerahan atau kebiruan (walaupun udah ditetapkan bersama dengan sesuai, warna akan kelihatan seperti Anda melihatnya secara aktual). Ingatlah perihal ini apabila membuat perubahan White Balance.

Pertama, periksa mode White Balance yang tersedia pada kamera Anda. Cara memeriksa mode bisa berbeda, terkait pada jenis kamera, jadi, bacalah manual kamera Anda. Karena White Balance adalah pengaturan yang digunakan pada umumnya, ini biasanya bisa dibuka bersama dengan menghimpit satu atau dua tombol.

Menu pengaturan White Balance yang Anda lihat akan muncul seperti ini atau mirip ini.

Seyogianya, terdapat deretan panjang mode, juga Daylight (Siang hari), Shade (Teduh), Cloudy (Mendung), Tungsten light (Cahaya neon), dan White fluorescent light (Cahaya pijar putih). Jika Anda baru memulai dalam fotografi, kecil kemungkinan Anda akan menguasai begitu banyak mode sekaligus, jadi, Anda sebaiknya memulainya bersama dengan menguasai tiga mode.

Yaitu, White fluorescent light (Cahaya pijar putih), Daylight (Siang hari), dan Cloudy (Mendung), twilight (senja), sunset (larut senja).

Semua mode ini membuat perubahan warna foto seperti ditunjukkan di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *